KISAH KE 20



          CINTANYA  RABI’AH ADAWIYAH
Bismillahi Ar Rahmaani Ar Rahiiimi

JALUR KETURUNAN RABI'AH
Rabi'ah adalah seorang sufi yang mempunyai nama lengkap Rabi'ah binti Ismail Adawiyah, beliau dilahirkan di kota Basrah pada tahun 95 H. Oleh ayahnya beliau diberi nama Rabi'ah karena beliau adalah putri ke empat dari 3 putri lainnya.

KEHIDUPAN RABI'AH
Rabi'ah adalah seorang sufi yang hidup dalam lingkungan keluarga yang miskin, bahkan ketika beliau lahir tidak ada satu lampu pun yang dapat digunakan untuk menerangi ketika beliau lahir.

Karena kehidupan yang miskin itulah, sehingga memaksa Rabi'ah untuk hidup sebagai hamba sahaya dengan berbagai macam penderitaan yang dialami silih berganti. Disamping sebagai hamba sahaya, beliau mempunyai kepandaian memainkan alat musik, kepandaian inilah yang di manfaatkan majikannya untuk memberi hiburan kepada majikannya yang rakus dengan harta dunia.

Dalam kehidupan sebagai hamba sahaya yang selalu dikekang dan diperas oleh majikannya, membuat Rabi'ah selalu berdo'a kepada Allah SWT untuk meminta petunjuk kepada Allah SWT. Dengan penderitaan yang dialami ini, Rabi'ah tidak menyia-nyiakan waktu luangnya untuk berdo'a baik itu pagi, siang dan malam hari.

Disamping beliau selalu memanjatkan do'a, setiap hari amalan ibadah yang dilakukan Rabi'ah semakin meningkat seperti dengan memperbanyak taubat, dzikir, puasa serta menjalankan shalat siang dan malam. Bahkan ketika beliau melaksanakan shalat sampai meneteskan air mata karena merasa rindu kepada Allah SWT.

KEISTIMEWAAN RABI'AH
Sebagai seorang sufi ada beberapa keistimewaan yang dimiliki Rabi'ah, diantaranya adalah:
Pada saat beliau memanjatkan do'a kepada Allah SWT, beliau sering mendapat bisikan "Jangan engkau bersedih, karena kelak dikemudian hari orang-orang yang dekat denganKu (Allah SWT) akan cemburu melihat kedudukanmu"

Rabi'ah dapat meluluhkan hati majikannya yang keras dan kejam setelah mendengar do'a yang dipanjatkan oleh Rabi'ah pada suatu malam. Setelah mendengar do'a Rabi'ah itu, pagi harinya Rabi'ah dibebaskan oleh majikannya dan beliau kembali ke desa asal tempat kelahirannya.

Sebagai seorang sufi, Rabi'ah sangat cinta kepada Allah SWT hingga orang-orang datang ke rumahnya untuk meminta saran, pelajaran atau sekedar berkah dari padanya, bahkan hanya untuk sekedar bersilaturrahmi. Banyak pula para tokoh-tokoh sufi yang bersilaturrahmi kepada Rabi'ah diantaranya Malik Bin Dinar, Sofyan Tsauri dan tokoh-tokoh yang lain.

Pada suatu malam Rabi'ah pernah di datangi pencuri, ketika pencuri itu tiba di rumah Rabi'ah, di temuinya Rabi'ah sedang berdo'a, dan pencuri itu (entah kenapa) rela menunggu Rabi'ah sampai selesai berdo'a. Setelah selesai berdo'a, Rabi'ah menemui pencuri itu dan mengajak untuk memanjatkan do'a bersama-sama dan pencuri itu menerima ajakan Rabi'ah dan setelah selesai memanjatkan do'a, pencuri itu pulang dan pada pagi harinya pencuri itu ikut sebagai jama'ah pengajian Rabi'ah.

POKOK PIKIRAN RABI'AH
Ada beberapa pokok pikiran pada diri Rabi'ah, diantaranya adalah:
Hidup atas dasar Zuhud, dan mengisinya dengan selalu beribadah kepada Allah SWT yang akan menjadi tumpuan cintanya kepada Allah SWT, sebagaimana yang beliau katakan,
"Aku tinggalkan cintanya Laila dan Su'da mengasing diri
Dan kembali bersama rumahku yang pertama.
Dengan berbagai kerinduan mengimbauku,
Tempat-tempat kerinduan cinta abadi".


Cinta Rabi'ah adalah cinta abadi kepada Tuhan yang melebihi segala yang ada, cinta abadi yang tidak takut pada apapun walau pada neraka sekalipun. pernyataan beliau yang terkenal ialah,
"Kujadikan Engkau teman percakapan hatiku,
Tubuh kasarku biar bercakap dengan insani.
Jasadku biar biar bercengkrama dengan tulangku,
Isi hati hanyalah tetap pada-Mu jua..."


Ibadah yang ditegakkan siang dan malam, semata-mata karena cinta abadi itu. Sebagaimana pernyataannya,
"Sekiranya aku beribadah kepada Engkau Karena takut akan siksa neraka,
Biarkanlah neraka itu bersamaku.
Dan jika aku beribadah karena mengharap surga,
Maka jauhkanlah surga itu dariku.
Tetapi bila aku beribadah karena cinta semata,
Maka limpahkan lah keindahan-Mu selalu..."


Maqam tertinggi tentang ajaran tasawuf yang dikembangkan oleh para tokoh sufi adalah,
"Kucintai Engkau lantaran aku memang cinta,
Dan lantaran Engkau yang memang patut untuk dicintai.
Cintaku lah yang membuat rindu pada-Mu,
Demi cinta suci ini, bukalah...
Tabir penutup tatapan sembahku.
janganlah Kau puji aku lantaran ini,
Bagi-Mu lah segala puja dan puji..."


WAFATNYA RABI'AH
Rabi'ah Al 'Adawiyah wafat pada tahun 185 H, di kota kelahirannya yaitu Basrah.
JAKARTA 21/5/2013

View the original article here

0 komentar:

Poskan Komentar

Total Tayangan Laman

Blog's Archives