KISAH KE 17





                               DOA’A YANG TERTOLAK
Mungkin kita pernah melihat bahkan sering atau kita sendiri yang mengalami ini, yaitu ketika kita membeli buah buahan,entah itu rabutan,duku,klengkeng atau apa saja kita terkadang tanpa seijin penjual kita mencicipi buah tersebut,atau penjual hanya menawari tuk mencicipi satu atau dua buah saja tapi malah kita mencicipi lebih dari itu,,”mungkin anggapan kita itu sepele kan cuma beberapa biji saja,,”iya memang itu Cuma beberpa biji saja tapi hak kita adalah Cuma untuk mencicipi satu atau dua saja yang disuruh oleh penjual,,tidak lebih dari itu,,”bahkan ketika buah itu sedang ditimbang kita kadang ga ragu tuk mencicipi lagi tanpa seijin penjual,atau setelah ditimbang kita mengabil beberapa biji lagi untuk dicicipi,,”. Mungkin bagi kita itu hal wajar bahkan sudah jadi budaya dipasar pasar jika pembeli kadang ada yang seperti itu..”tapi taukah kita bahwa yang kita lakukan itu menjadikan do’a kita tak diterima oleh Allah,atau amalan amalan kita masih menggantung dilangit,,”?

Okey dari basa basi diatas saya akan bercerita kejadian yang mungkin sama kejadian yang pernah kita alami atau melihat disekitar kita,,”Namanya adalah Ibrahim bin Adham, Dia merupakan seorang yang dikenal ahli ibadah, zuhud dan tinggi tawakalnya kepada Allah SWT. Pada suatu hari setelah selesai menunaikan ibadah haji, Ibrahim bin Adham berniat ziarah ke masjid Al-Aqsa.
Untuk bekal di perjalanan, ia membeli 1 kg kurma dari pedagang tua di dekat Masjidil Haram.

Setelah kurma ditimbang dan dibungkus, Ibrahim melihat sebutir kurma tergeletak di dekat timbangan. Menyangka kurma itu bagian dari yang ia beli, Ibrahim memungut dan memakannya.

Setelah itu ia langsung berangkat menuju Al Aqsa. Empat bulan kemudian, Ibrahim tiba di Al-Aqsa dan seperti biasa, ia suka memilih tempat beribadah pada sebuah ruangan di bawah kubah Sakhra. Ia shalat dan berdoa khusyuk sekali.

Tiba-tiba ia mendengar percakapan dua malaikat tentang dirinya.
"Itu Ibrahim bin Adham, ahli ibadah yang zuhud dan wara' yang doanya selalu dikabulkan Allah SWT," kata malaikat yang satu.
"Tetapi sekarang tidak lagi, doanya ditolak karena empat bulan yang lalu ia memakan sebutir kurma yang jatuh dari meja seorang pedagang tua di dekat Masjidil Haram," jawab malaikat yang kedua.

Ibrahim bin Adham terkejut sekali, ia terhenyak, jadi selama empat bulan ini ibadahnya, shalatnya, doanya dan amalan-amalan lainnya tidak diterima oelh Allah SWT gara-gara memakan sebutir kurma yang bukan haknya.

"Astaghfirullah....," Ibrahim beristighfar.
Ia langsung berkemas berangkat lagi ke Makkah menemui pedagang tua penjual kurma untuk meminta dihalalkan sebutir kurma yang telah ditelannya.
Begitu sampai di Makkah, ia langsung menuju tempat penjual kurma itu, akan tetapi ia tidak menemukan pedagang tua itu melainkan seorang anak muda,
"Empat bulan yang lalu saya membeli kurma di sini dari seorang pedagang tua. Kemana ia sekarang?" tanya Ibrahim.

"Sudah meninggal sebulan yang lalu, saya sekarang meneruskan pekerjaannya berdagang kurma," jawab anak muda itu.
"Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Roji'un, kalau begitu kepada siapa saya meminta penghalalan?" katanya.

Kemudian Ibrahim menceritakan peristiwa yang dialaminya, anak muda itu mendengarkan dengan penuh hikmat dan takjub kepada sifat Ibrahim.
"Engkau sebagai ahli wairs orang tua itu, maukah engkau menghalalkan sebutir kurma milik ayahmu yang terlanjur aku makan tanpa seizinnya?" tanya Ibrahim.

"Bagi saya tidak masalah, Insya Allah saya halalkan, tapi entah dengan saudara-saudara saya yang jumlahnya 11 orang. Saya tidak berani mengatasnamakan mereka karena mereka mempunyai hak waris sama dengan saya," jawab pemuda itu.
"Dimana alamat saudara-saudaramu? Biara saya temui mereka satu persatu," tutur Ibrahim.

Ibrahim bin Adham pun bergegas, walaupun tempatnya berjauhan, akhirnya selesai juga. Semua setuju menghalalkan sebutir kurma milik ayah mereka yang termakan oleh Ibrahim.

Empat bulan kemudian, Ibrahim bin Adham sudah berada di bawah kubah Sakra lagi dan tiba-tiba ia mendengar dua malaikat yang dulu terdengar lagi bercakap-cakap.
"Itulah Ibrahim bin Adham yang doanya tertolak gara-gara makan sebutir kurma milik orang lain," kata malaikat yang satu.
"Oh... tidak lagi sekarang, sekarang doanya sudah makbul lagi. Ia telah mendapat penghalalan dari ahli waris pemilik kurma itu. Diri dan jiwa Ibrahim kini telah bersih kembali dari kotoran sebutir kurma yang haram karena masih milik orang lain, dan sekarang ia sudah bebas," jawab malaikat yang kedua.

dari kisah diatas kita bisa meminimalisir keadaan agar tak terjadi lagi kepada kita,,"karena memang sangat merugikan,,nikmatnya cuma satu buah biji rambutan saja kita menjadi orang orang yang ditolak do'anya oleh Allah.."atau dalam hal contoh lain kita mengunakan listrik tapi listrik yang kita gunakan kita mainkan sepidometernya agar jalanya lambat dan akibatnya kita membayar listri jadi murah setiap bulanya,,padahal tanpa kita sadari kita sering menggunakan lampu untuk membaca Al-Quran,apakah tidak jadi sia sia amalan kita karena kita berbuat curang,,"Semoga catatan kecil ini bisa membuat sedikit perubahan buat kita semua termasuk saya pribadi,,"akhir kata selamat pagi dan selamat beraktifitas buat teman temanku diRaja Singa.

Wassallam,,,"
JAKARTA 21/5/2013

View the original article here

0 komentar:

Poskan Komentar

Total Tayangan Laman

Blog's Archives