KISAH KE 18




                   MISTERI  KEMATIAN
"Tiap-tiap yang bernyawa, pasti akan mati". (Ali Imran:185).

Pada suatu hari Malaikat izrail menampakan diri dan bertamu ke kerajaan Nabi sulaiman as. Dalam kunjugan itu Malaikat Izrail menatap tajam seorang pemuda yang berada dekat dengan Nabi Sulaiman. Seketika itu pemuda itu merasa ketakutan dan gemetarlah seluruh tubuh sang pemuda melihat tatapan Malaikat izrail dan terlintas gambaran gambaran akan dekatnya kematian datang menghampiri sang pemuda.

Tak lama kemudian malaikat izrail pun pergi meninggalkan kerajaan Nabi Sulaiman as. Kemudian sang pemuda menghampiri Nabi Sulaiman dan menceritakan kejadian itu, bahwa tatapan tamunya tadi membuatnya takut dan membayangkan bahwa ajalnya sudah dekat. Maka sebelum kebenaran apa yang dia rasa maka pemuda itu berkata: "Wahai Nabi Allah, aku memohon sudilah kiranya tuan menyuruh angin membawaku ke negeri Cina."

Akhirnya Nabi sulaiman pun mengabulkan permintaan sang pemuda dan menyuruh angin agar menerbangkan pemuda tersebut kenegri cina. Setelah beberapa waktu datanglah lagi Malaikat izrail menghampiri Nabi Sulaiman. Dan Nabi Sulaiman pun mencoba menanyakan tentang tatapan Malaikat Izrail itu kepada sang pemuda yang dia kirim kenegri cina.

Malaikat Izrailpun berkata “” Sesungguhnya aku telah diperintahkan Allah SWT untuk mencabut nyawa pemuda tersebut dinegri cina, pada waktu yang telah ditetapkan-Nya”. Padahal yang kutau pemuda tersebut berada didekatmu,,”makanya aku menatap penuh heran dan takjub kepada pemuda tersebut.

Kemudia Nabi Sulaimanpun menceritakan permintaan sang pemuda tersebut sebelum ajalnya menjemput kepada malaikat Izrail.

Malaikat Israilpun berkata :"Ya, aku telah mencabut nyawanya di negeri Cina," tegas malaikat maut.

Dari cerita singkat diatas bias dilihat bahwasanya Maut itu memang sebuah misteri, bahkan malaikat mautpun tak tau kapan,dimana,dan jam berapa dia mencabut nyawa seorang hamba. Atas izin Allah SWT lah dia diberi tugas tuk menjemput hamba-Nya. Dan semoga kisah diatas menjadikan kita paham dan sedikit tau bahwasanya kematian itu tak bisa kita hindari dan kita rubah tanggal,taun dan harinya. Dan menjadikan kita sadar bahwa dimanapun kita berada maut pasti akan datang,,entah dalam keadaan sehat,bahagia,sakit,tertawa atau pun duka, tinggal bagaimana cara kita mempersiapak diri kita untuk menghadapinya disaat hari itu datang kepada kita. Wassalllam…”

JAKARTA  21/5/2013

View the original article here

0 komentar:

Poskan Komentar

Total Tayangan Laman

Blog's Archives