HIDAYAH ALLAH




HIDAYAH ITU MAHAL 

Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk. (al-Qashash: 56)

Nabi Muhammad saw bersabda yang artinya: Sungguh aku akan memintak ampunkan kepada Allah swt buat engkau(pamannya) sepanjang aku tidak dilarang. (HR Bukhari dan Muslim)

Petunjuk bagi yang bertaqwa
Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu, adalah penghuni neraka jahannam. (at-Taubah: 113)

Banyak diantara umat manusia yang salah memahami tentang hidayah atau petunjuk Allah swt bahwasanya orang itu baik, jujur, suka menolong dan ta’at beragama adalah peran besar hidayah Tuhan, atau sebaliknya orang yang jatuh dalam dosa seperti meninggalkan salat, makan barang yang haram, tidak bersegera menjalankan ibadah haji dengan alas an belum mendapat hidayah atau panggilan. Hidayah atau petunjuk sebenarnya sudah tersurat dalam al-Qur’an dan ayat-ayat kauniyah (alam semesta) tinggal manusianya mau membaca, mencari, memahami atau menerima hidayah tersebut, bahkan menolaknya ?

Al-Qur’an adalah hidayah atau petunjuk bagi manusia, apapun agamanya bisa mendapatkannya, petunjuk tentang proses kejadian manusia, menggapai kebahagiaan dunia-akhirat, alam kubur, hari kiyamat(hari pembalasan perbuatan manusia), kaadaan penghuni neraka atau surga dan al-Qur’an adalah petunjuk khusus bagi orang-orang yang bertaqwa. Manusia terbatas akalnya untuk memehami perkara-perkara yang ghaib seperti kehidupan sesudah mati, surga-neraka dan lain sebagainya, maka agar manusia tidak protes dikemudian hari Allah swt turunkan para nabi-Nya dengan membawa wahyu untuk menerangkan dan mengingatkan kembali kepada manusia untuk hanya menyembah kepada-Nya saja. Manusia boleh menolak atau menerima hidayah Tuhan yang dibawa para Nabi-Nya.

Dengan demikian, tidak ada alas an bagi umat manusia di hari perhitungan amal menyalahkan Tuhan, karena mereka masuk neraka. Bukankah para Rasul-Nya sudah menjelaskan dan mengajak ke jalan yang lurus yaitu al-Islam. Beruntunglah orang-orang yang telah dibersihkan lahir-batin dengan iman dan amal saleh senantiasa membaca, mencari , memahami dan menerima hidayah dari para kekasih-Nya dan dengan izin-Nya mereka mengikuti petunjuk dari Tuhan. Mereka mendengar dan patuh kepada Tuhan dan Rasul-Nya.


Hidayah Allah swt  beda dengan petunjuk manusia, para Nabi, para Rasul dan para kekasih Tuhan, manusia hanya bisa mengajarkan dan menjelaskan hidayah Tuhan tetapi untuk bisa merubah hati makhluk, dari pelit menjadi luman, serakah menjadih qana’ah, sombong menjadi rendah hati, pemarah menjadi pema’af, kufur menjadi beriman hanya milik Tuhan. Manusia wajib mencari hidayah dari para kekasih-Nya dan memohon petunjuk agar selalu diberi kemudahan melaksanakan perintah dan diberi kekuatan untuk menjauhi larangan-Nya sepanjang hidupnya. Tanpa berlindung dan memohon pertolongan-Nya dalam mengawali beraktifitas dan bekerja maka hidayah Allah swt tidak akan memberkahi amalnya.

Betapa mahalnya hidayah Allah swt dalam mengarungi kehidupan dunia ini
, ada orang yang kelihatannya tidak rajin ibadah namun akhir hidupnya baik dan kalimat akhir la ilaha illAllah Muhammad Rasulullah dan banyak didapati orang yang keliahatannya rajin ibadah tetapi menjelang ajal tidak baik dan susah mengucapkan kalimat tauhid. Nabi saw pernah bersabda yang artinya: Barangsiapa diakhir kalimatnya la ilaha illAllah masuk surga .(al-Hadis)

Sebab turunnya ayat tersebut diatas berkaitan dengan kematian pamannya Nabi saw, Abi Thalib yang masa hidupnya sangat menyayangi dan mengasihi baginda Rasul, bahkan yang menolong dari orang-orang yang ingin membunuhnya. Kebaikan pamannya tidak diragukan, namun ajakan Nabi saw untuk memeluk Islam dan mengucapkan kalimat tauhid ditolak. Sungguh hidayah Allah swt hanya diperuntukkan orang-orang yang dikehendaki-Nya. Rasulullah hanya bisa mengajak dan memintak tetapi wewenang sepenuhnya hanya milik Allah swt, yang sanggup merubah hati hanya Dia semata.

Karena jasa pamannya sangat mulia, maka Nabipun meminta ampunkan kepada Allah swt buat pamannya yang tercinta dan pada akhirnya Allahpun melarangnya. Sungguh hidayah itu benar-benar mahal dan harus dicari dan dibeli dengan iman, amal saleh serta perjuangan menuju ridho-Nya.

JAKARTA  31/3/2008

View the original article here

0 komentar:

Poskan Komentar

Total Tayangan Laman

Blog's Archives