DATANG KE DUKUN


                                     JANGAN KE DUKUN !
BERDO'ALAH

Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanyakepada Engkaulah kami memohon pertolongan. (Al-Fatihah:5)
Barangsiapa meninggal dalam kadaan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu maka dia masuk surga. (Dari Ibnu Mas’ud;HR Hakim,Bukhari dan Muslim)
Barangsiapa berkunjung ke paranormal atau dukun lalu membenarkan apa yang dikatakan maka kufurlah ia terhadap apa yang diturunkan kepada Nabi  
Muhammad saw. (Dari Abu Hurairah;HR Ahmad dan Hakim)

Kandungan Ibadah ?
Islam adalah agama tauhid, hanya Tuhan yang dituju dan dicari rdho-Nya oleh setiap orang yang beriman dan menyerahkan jiwa raganya dalam menjalani kehidupan. Ibadah dalam islam mencakup segala aktifitas jasmani, akal fikiran dan ruh atau hati misalnya melaksanakan sholat, bersedekah atau menolong orang lain, menunaikan hajji akan diterima bila atas dasar iman dan kebenaran dalam melaksanakannya. Contoh ibadah badan yaitu sholat, zakat ibadah harta, hajji mencakup semuanya ibadah badan, harta dan ruh atau hati.

Menyembah atau mengabdi kepada Allah swt harus ikhlas dan benar sesuai dengan yang dicontohkan Rasulullah saw seperti ibadah mahdhoh, rukun islam.Ibadah hanya dilakukan orang yang ikhlas, sedangkan isti’anah(mohon pertolongan) bisa dilakukan orang yang ikhlas dan yang tidak ikhlas.Demikian juga ibadah ghoiru mahdhoh (selain rukun islam dan rukun iman) misalnya bakti social, menolong orang-orang yang lemah ilmunya atau lemah ekonominya harus dilakukan dengan ikhlas dan benar, tidak riya’ dan tidak berlebihan.

Memohon Pertolongan ?
Sesama makhluk, khususnya sesama manusia kita harus saling tolong menolong dalam kebaikan dan taqwa, lahirnya santun dan dalamnya mengharap ridho Tuhan. Hartawan menolong orang yang membutuhkan dengan harta bendanya; Ilmuwan atau ulama’ mengajarkan kepada umat dengan ilmu pengetahuannya; Pejabat berbuat adil dan memakmurkan rakyatnya. Jika perbuatan kebajikan tersebut diatas dilakukan dengan ikhlas dan benar maka mereka dipastikan mendapat pahala dan kemuliaan dari Tuhan serta dunia-akhirat menjadi orang-orang yang mulia disi-Nya.

Umat islam diajarkan agar supaya sesama umat manusia memberikan kasih sesuai dengan kemampuannya, baik kepada non muslim dan menyayangi kepada sesame muslim yang beriman dunia-akhirat. Salah besar jika umat islam memusuhi orang-orang yang bukan muslim karena Allah swt bersifat kasih kepada seluruh ummat tanpa pilih kasih, yang patuh atau tidak di dunia ini mendapat kasih-Nya.

Khusus urusan ghaib seperti memintak rezki, jodoh, nasib seseorang, keimanan dan lain sebagainya maka tidak dibenarkan memintak kepada selain Allah swt, kepada benda yang dikeramatkan, orang yang sudah meninggal yang dimuliakan dan hanya diperintahkan agar memohon pertolongan kepada Allah swt semata.

Sering kita saksikan ada orang-orang yang meyakini kepada benda-benda tertentu yang dikeramatkan seperti pusaka, keris, cincin dan lain sebagainya untuk kekebalan,kekuatan dan pellet. Bahkan punya tujuan tertentu dengan berziarah ke makam-makam para wali ? Semua ini bertentangan denagn ajaran tauhid dalam islam.

Bahkan bilamana seseorang mendapat musibah atau bangkrut dari bisnisnya atau takut turun jabatannya dengan mendatangi dukun atau ke tukang ramal, yang mempunyai tujuan masing-masing dilakukan dan menjadi alternatifnya. Maka kunjungan dan memintak diramal dan ditolong mereka sudah memasuki arena kekufuran sebab menyangkut peribadatan dan ketauhidan. Hanya orang-orang yang lemah iman dan kurang ilmu agamalah yang mencari jalan pintas dengan memintak pertolongan kepada dukun atau tukang ramal, na’udzu billahi min dzalik. Sangat merusak keimanan bila mempercayai dukun  atau tukang ramal dan bahkan dikatakan kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw, alAur’an dan al-Hadis.

Beruntunglah orang-orang yang memelihara imannya dan selalu berusaha dengan cara yang dibenarkan oleh agama. Setiap kesulitan pasti ada jalan keluarnya, buat orang yang beriman istiqomah berdo’a, berusaha, tawakkal dan sabar. Dan merugilah orang-orang yang memintak pertolongan kepada dukun atau para normal sebagaimana hadis diatas. Semoga kita matai dalam kadaan tidak menyekutukan Allah swt.Amin..Selasa 7042009.

JAKARTA 7/4/2009

View the original article here

0 komentar:

Poskan Komentar

Total Tayangan Laman

Blog's Archives